Arsene Wenger Membuat Arsenal Tertahan

Arsene Wenger Membuat Arsenal Tertahan

Matthew Syed menilai Arsene Wenger menghambat gerak Arsenal setelah gagal menemukan kembali dirinya dan klubnya dalam beberapa tahun terakhir.

Wartawan harian Times mengatakan ketidakpedulian Wenger untuk beradaptasi telah membuat klub tersebut berada di “medan yang persis sama” seperti pada hari-hari awal dirinya bertugas 22 tahun lalu di London utara.

The Gunners maju ke babak 16 besar Liga Europa meski kalah 2-1 dari tim Swedia Minnows Ostersunds, sebuah klub yang bahkan tidak ada saat Wenger mengambil alih Arsenal pada Juni 1996.

Syed mengatakan pada acara The Debate Longevity bahwa Wenger hanya bermanfaat bagi manajemen Arsenal saja, dengan bisnis jual beli pemain yang dilakukannya.

“Seorang manajer bisa jadi salah satu kekuatan tim, apabila dirinya mau beradaptasi”. “Sepak bola berkembang, masyarakat berkembang, teknologi berkembang. Kami telah melihat taktik berevolusi ketika melihat Guardiola.

“Perasaan saya dengan Wenger adalah ketika dia masuk dan merupakan inovator hebat. Dia membawa nutrisi, dia juga sangat hebat dalam bidang sains olahraga.

“Ketika Anda pergi ke Arsenal, ketika Wenger ditantang secara internal, dirinya kan berubah menjadi Tuhan dan klub akan mengikuti apapun kemauan dirinya.

“Arsenal adalah klub sepakbola yang hebat dengan penggemar hebat yang telah setia kepada Wenger dan saya tidak suka mengatakannya, karena saya adalah seorang pengagum berat atas apa yang dia raih, dia orang hebat, tapi rasa saya saat inidirinya menghabat laju Arsenal”

Bek Brighton Liam Rosenior setuju dengan penilaian Syed dan mengatakan bahwa manajer legendaris Manchester United Sir Alex Ferguson telah menuai manfaat dari mengubah susunan timnya selama bertahun-tahun di Old Trafford.

Sementara Wenger belum memenangi gelar Premier League bersama The Gunners sejak 2004, Ferguson tidak pernah melangkah lebih dari tiga tahun tanpa trofi liga setelah merebut gelar juara papan atas pertamanya pada 1992.

“Seorang manajer menetapkan budaya untuk klub,” kata Rosenior. “Jika Anda melihat yang berumur panjang, Sir Alex Ferguson adalah contoh sempurna seseorang yang begitu sukses dalam jangka waktu yang begitu lama.

“Jika Anda melihat peraturannya, dia terus mengubah tim. Dia memiliki pandangan jauh ke depan dalam membawa pemain yang lebih tua keluar dari tim, dan membawa melalui, misalnya, kelas 92.

“Apa yang dia lakukan selama karirnya membawa suara berbeda di lapangan latihan. Anda mendengar suara yang sama.

“Ketika pelatih baru masuk sebagai pemain, ini adalah tantangan yang berbeda, dan Anda harus mengesankan orang lain, dan saya pikir itu adalah hal yang sangat penting yang Ferguson lakukan.”